Sosok: Siapkan Jazz di Pulau Maratua

Sosok: Siapkan Jazz di Pulau Maratua

PROKAL.CO – SIAPA sangka, penggagas festival bertaraf nasional, Mahakam Jazz Fiesta Samarinda, adalah anak Kota Tepian. Ya, Agus Setiawan Basuni, sang festival director, adalah laki-laki kelahiran Samarinda, 22 Agustus 1975. Masa kecilnya pun dihabiskan di Jalan Pesut, Gang Murai, Sungai Dama.

Sederet festival jazz bertaraf nasional dan internasional berhasil dia selenggarakan. Sebut saja Bali Jazz Festival, Ramadhan Jazz Festival di Masjid Cut Meutia Jakarta, Ngayogjazz di Jogjakarta dan lainnya. Kegandrungan akan musik jazz dan seni grafis, membuatnya bersama beberapa koleganya membentuk WartaJazz. Sebuah majalah online yang mulai berdiri pada 2000.

Agus mengatakan, dirinya membentuk WartaJazz karena merasa tak ada media yang spesifik mengupas tentang musik jazz. “Barulah kemudian saya memberanikan diri membuat festival-festival jazz,” ucapnya saat ditemui di gelaran 3rd Mahakam Jazz Fiesta Samarinda.

Dia juga menceritakan, bahwa konsep yang dia usung adalah keunikan dari berbagai daerah. “Saya melihat, semua daerah membuat festival jazz. Yang beda hanya artis. Namun harus ada keunikannya,” ucapnya.

Makanya, Agus membuat sebuah festival berdasarkan keunikan. “Seperti Mahakam Jazz, dengan tagline jazz pinggir sungai,” ujarnya.

Bisa dibilang, Mahakam Jazz adalah sumbangannya kepada Bumi Etam. “Saya melihat Samarinda memiliki potensi yang cukup besar. Paling tidak, dengan adanya festival-festival kelas internasional, nama Samarinda, kota kelahiran saya, bisa dikenal dunia,” ucapnya.

Buktinya, dengan adanya festival jazz tersebut, grup musik asal Kota Tepian seperti YK Band, bisa mendapat tiket ke festival jazz internasional, Java Jazz 2014. “Bahkan mereka juga sudah mendapat tiket untuk tampil ke Belanda dan Jerman tahun depan,” ceritanya.

Tak menutup kemungkinan sepuluh tahun mendatang musisi asal Samarinda menghiasi panggung jazz dunia.

Dia ingin jazz di Kaltim tak hanya di Samarinda. Nah, khusus kepada Kaltim Post, Agus membocorkan proyek festival yang akan ia garap di Benua Etam. Proyek festival tersebut diberi tajuk Maratua Jazz and Dive Fiesta.

“Rencananya festival ini akan dilaksanakan pada September 2015,” ucapnya.

Mengenai tagline dari pergelaran musik tersebut, Agus mengatakan, memilih nama “Jazz di Beranda Indonesia”. Pasalnya Pulau Maratua adalah salah satu jajaran pulau terluar Indonesia. “Saya pilih tagline itu agar para turis bisa datang ke sana. Tak hanya untuk menyelam dan menikmati keragaman hayati, juga bisa menikmati musik,” ucapnya.

Agus menjelaskan, masih ada beberapa pencapaian yang ingin ia capai untuk Kaltim. “Saya mau dengan festival-festival tersebut bisa mendatangkan 10 ribu artis dan membuat festival jazz di seluruh kota di Kaltim,” ujarnya.

Selain berhasil menyelenggarakan festival-festival, Agus juga kerap diundang sebagai pembicara. Tak hanya di Indonesia, beberapa forum jazz internasional pun mengundangnya. Salah satu yang adalah Europe Jazz Network Conference di Helsinki, Finlandia, pada September lalu. Dalam acara tersebut, dia dinobatkan sebagai pembicara terbaik. (*/fch/ica/k9)

Tayang di http://kaltim.prokal.co/read/news/107699-sosok

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.